Kenapa yaaaa??? Banyak temenku yang postingan pertama mereka di blog, tentang bagaimana mereka akhirnya berhasil membuat blog, susahnya buat blog,...(perasaan nggak susah deh...) sampai ucapan terimakasih ke sana sodara..*apa hubungannya* and bla-bla-bla......
Bukan maksud untuk menyindir atau menyinggung mereka. Saya malah...kinda jealous.XD
Mereka pinter banget bisa kepikiran kaya gitu. Sementara saya yang baru buat kebingungan mau nulis apa..T^T
Mungin pikiran saya terlau kompleks hingga kadang-kadang nggak terpikir hal sederhana seperti itu. T_T
Itulah yang sekarang ini banyak menyebabkan seseorang berpikiran dangkal sehingga sulit untuk mencari jalan keluar jika mendapat masalah, bahkan masalah ecilpun sampai berbelit-belit dan berputar-putar.(psikolog mode : on)
Pernah suatu ketika, waktu itu saya kelas X. Kalo nggak salah pada hari sabtu ada pelajaran itu. bu Sinarsih, guruku fisika menerangkan tentang elevator... apa ya namanya saya lupa???hee. Setelah diterangkan bu Sin (panggilan untuk bu Sinarsih) kami harus menutup buu dan diberi 5 soal yang isinya tentang apa yang diterangkannya tadi. Waktu itu saya mengerjakannya lancar, entah kenapa otak saya encer sekali XD, lagian soal itu persis sekali sama yang dicontohkan sebelumnya hanya nilainya saja yang diubah. Setelah selesai mengerjakan kami menukar jawaban kami dengan teman. Setelah dikoreksi...hasilnya.......
Dengan sangat sangat terkejut....saya yang biasanya dapet nilai pas-pasan (malah bisa dibilang kurang), di pelajaran fisika ini saya menjawab benar semuaaa.... Yipeeee!!! I’m really happy : D, tapi saya tidak menyangka, teman saya yang biasanya pintar fisika malah dibawah saya nilainya. Dan yang menambah keterkejutan saya... di kelas yang dapat nilai tertinggi adalah saya...(mimpi apa semalammmm..XD)...*bukan bermaksud sombong lhooo*. Setelah saya tanya teman saya yang pintar fisika, kenapa nilainya turun??? Ternyata mereka memutar-mutar dulu dalam menjawab soalnya. Karena mereka terbiasa mengerjakan soal sulit yang pengerjaannya harus berbelit-belit dan berputa-putar. Sehingga mereka tidak menyadari soal yang dikerjakan kali ini sungguhlah simple dan mudah. Itulah penyebabnya bila kita berpikir konstan. Sehingga membuat pikiran kompleks.
Pesan Moral : Berpikir bukan hanya dalam satu sudut pandang, tapi cobalah
Sekali-kali berpikir dari sudut pandang lain. And Keep Your Mind Open...( bener nggak ni grammarnya???)....o.0

