30/05/10

SHOKOJO SEIRA (A LITTLE PRINCESS) (part 3)


Maria yang berada dibalik pintu terkejut mendengar perkataan Emiko-sensei. Tak berapa lama kemudian, Emiko-sensei keluar ruangan dan Maria segera bersembunyi di balik tembok sebelah ruangan tersebut sambil.. tersenyum sinis. Setelah itu dia pergi ke bawah tangga kamar murid untuk menelpon ayahnya. Ayah Maria adalah seorang kolektor pedang samurai dan baju-baju zirah (yah..kehidupannya kayak yakuza gitu deh..), dia sangat senang sewaktu Maria menelpon.
"Otou-san (ayah)... kau cinta padaku kan?" kata Maria
"Tentu saja" jawab ayah Maria dengan antusias
"Jika kau menyayangi ku.. boleh kan aku minta suatu hal padamu?"
"Tentu tentu... apa itu?"
Kemudian Maria segera mengatakan apa keinginannya pada ayahnya.


*P.S. : (UNTUK PARAGRAF DI BAWAH) disini saya agak lupa.. Seira dijadikan pelayan pribadi itu.. dia diberitahu Chieko atau Maria sendiri...jadi gomen kalau nanti yang dibawah ini saya salah tulis.. :D*
Saat Seira masih diruang makan, Maria segera mengumumkan berita barunya.
"Seira... sekarang kau adalah pelayan pribadiku" kata Maria.
Semua siswi terkejut, Masami terlihat cemas dan takut, sedangkan Kaori hanya melihat Maria dan terlihat memikirkan sesuatu.
Setelah sukses membuat para temannya terkejut, akhirnya Maria melanjutkan kata-katanya. "Hari ini.. Aku akan dipindahkan ke kamar khusus, Chieko-sensei sudah mengizinkanku untuk tinggal disana dan untuk menjadikanmu pelayan pribadiku. Seira.. sekarang pindahkan barang-barangku ke kamar khusus" kata Maria
"Hai" kata Seira yang masih dalam keadaan shock.
Tak berapa lama Chieko-sensei dan Emiko-sensei datang ke meja makan. Siswi Millenius segera berdiri dan menundukkan kepalanya.
"Oyahou gozaimasu... Chieko-sensei " Kata para siswi
"Ohayou gozaimasu..." kata chieko-sensei
"Ohayou gozaimasu.. Emiko-sensei"
"Ohayou gozaimasu"

            Setelah selesai sarapan dan berganti baju, Maria pergi ke kamar khususnya dan menyuruh Seira untuk datang kesana. Maria menyuruhnya menyisir rambut Maria. Di depan cermin, Maria bertanya pada Seira.
"Bagaimana perasaanmu Seira??" tanya Maria
"Perasaan???"
"Ya... perasaanmu, karena saat ini aku menempati kamar khususmu yang dulu dan menjadikanmu pelayanku" kata Maria
"Saya.. merasa baik-baik saja Maria-san... " kata Seira dengan polosnya
"Kau baik-baik saja...??? setelah kehidupanmu seperti ini??? Setelah aku menginjak-injakmu??? Kau merasa baik-baik saja??? Sekarang kau bukan lagi seorang putri" bentak Maria, dia merasa marah atas jawaban Seira. (orang yang anehh..) =.=a
"Tapi.. semua perempuan adalah putri..  meskipun kehidupanku berubah.. aku masih menganggap diriku seorang putri.. ya.. semua perempuan di dunia ini adalah putri" kata Seira sambil tersenyum.
"Kau masih saja mengatakan hal itu dengan mudahnya???" Maria semakin keras membentaknya, dia semakin kesal pada Seira.
"PRAANGGG..."
Maria melemparkan semua kosmetiknya ke lantai dia sangat sangat sangat marah pada Seira. Kemudian Seira memunguti kosmetik tersebut di lantai.
"Katakan... kau bukan lagi seorang putri.. kehidupanmu sudah berubah.. akuilah.. jika kau membenci kehidupanmu yang sekarang.. kau benci bukan??? Pada kehidupanmu yang sekarang" kata Maria (sekarang sambil berteriak-teriak)
Karena pada dasarnya Seira itu kelewat jujur dan polos.. dia nggak bisa liat sikon.. :D
Dia malah mengatakan hal yang membuat Maria semakin membencinya.
"Tidak.. aku tidak mengakui hal itu Maria-san, aku tidak membenci kehidupanku yang sekarang, meskipun kehidupanku berubah aku tidak akan membencinya lagi.. " kata Seira (personal opinion : bego lu Seira... nggak mau slamet):P
"Kau.. !!!!!..... aku akan membuatmu mengakuinya..!!!!!" kata Maria sambil keluar dari kamarnya.

==== To Be Continue===

P.S. : recap ini saya buat atas dasar ingatan saya sendiri.. jadi saya mohon maaf jika ada kata-kata yang saya tambahi.. saya kurangi.... pokoknya yang penting anda ngerti intinya.. :D
Read More

15/05/10

G-O-M-E-N-A-S-A-I

Karena saya pergi merantau *lebay*.. Ke Bali dari hari minggu sampai kamis kemarin.. Kompi saya ngambek waktu saya tinggal..pulangnya nggak diberi oleh2 pula.. Jadi dia nggak mau idup.. T.T
padahal udah saya elus2, saya sujud2 d'dpn kompi..sampai saya cium2 tuh kompi.. Tapi tetep aja nggak mau idup.. T.T

Jadi.. Dengan rasa menyesal yg sangat dalam *Lebay*.. Kayaknya buat minggu2 ni saya nggak bisa posting di blog tentang sinopsis atau yang lainnya.. T.T

Gomenasai minna.. T.T
Read More

07/05/10

DETECTIVE CONAN LIVE ACTION 1 – A CHALLENGE LETTER to SHINICHI KUDOU


SINOPSIS (PART 1)
Monolog :
"Ini adalah cerita yang terjadi sebelum aku, Kudo Shinichi menjadi Edogawa Conan." 



Shinichi seperti biasa pergi ke sekolahnya. Ketika sampai di depan sekolah dia sudah dihadang oleh para wartawan dan fans-fansnya.
"Kau Shinichi Kudo kan?? Tentang pembunuhan seorang mangaka terkenal baru-baru ini kau hebat sekali bisa mengetahui trik pembunuhnya.. inspektur Megure telah berkata tentang hal itu" kata salah seorang wartawan.

"Itu tidak penting untuk diributkan.. bagaimanapun juga aku adalah seorang detektif..dan jika itu adalah Holmes yang aku kagumi, dia akan sanggup memecahkan kasus itu dengan separuh usaha dan waktu" kata Shinichi sambil bergegas masuk ke halaman sekolahnya sementara para wartaawan masih bersikeras ingin menanyakannya banyak hal.



Ketika dia baru sampai di gerbang sekolah.. para wartawan yang tadinya bergerumbul digantikan dengan para fans-fansnya yang 99% adalah perempuan.
" Dia sangat hot...." kata salah seorang fans perempuannya, setelah berkata seperti itu dia pingsan.. (fans stadium akut nih) :Dv.Tanpa disadari... ada seorang yang berbaju serba hitam (tapi bukan jubah hitam kok..tnang aja.. :D) melihat foto Shinichi sambil memperhatikan Shinichi berjalan ke gedung sekolah.

.



Di dalam loker ganti sepatu (saya lupa namanya apa.. semacam genkan lah) Shinichi sedang memperhatikan Ran yang sibuk meletakkan sepatu di lokernya.
"Celana dalammu kelihatan, Ran " kata Shinichi.. (ihh.. Shinichi echii.. XD)
"Shinichi..!!!" Ran berteriak kaget sambil menutupi roknya.
"Warnanya pink cerah.." kata Shinichi berlagak serius. Ran sangat kaget dan cemas.. O'ooo
"Aku hanya bercanda.. aku tidak melihatnya kok" Lanjut Shinichi
"Lalu.. bagaimana kau bisa mengetahuinya???" tanya Ran.

 
"Itu kesimpulan yang mudah, pertama.. kemarin adalah ulang tahunmu yang ke 17. Kedua, paman membuka hadiah yang kau dapat dari ibumu, yang kamu tinggalkan di belakang"
"Ayahku??"
"Aku mendengar teriakannya ketika di rumah pemilik restaurant yang berada di lantai 1 rumahmu tentang hal itu"



Shinichi menirukan gaya bicara Kogoro Mouri " Ran terlalu dini mempunyai sesuatu yang terlalu dewasa baginya.. apa yang sebenarnya dia (Eri Kisaki) pikirkan???"
Lalu Shinichi melanjutkan perkataannya dan kini dengan suara aslinya.. :D
"Kau.. yang mencintai ibumu.. pasti mengambil celana dalam itu dengan segera.."
"Apa yang ayah pikirkan tentang menceritakan sesuatu ke orang lain yang sekiranya bukan urusannya" gumam Ran yang sedang kesal.
"BREEGHHH" Ran meninju pilar sekolah sampai retak (wuih..serem). Shinichi kaget melihat kekuatan Ran yang begitu besar.



"Ehmm..umm.... well... jangan begitu marah, Aku tidak berpikir ayahmu macam-macam tentang hal itu" kata Shinichi sambil membuka Lokernya.
"SRAKKK" suara kertas-kertas surat berjatuhan dari loker Shinichi, dan yang terakhir ada sebuah bola (saya nggak yakin.. pokoknya bentuknya bulat sebesar bola basket.. :Dv) yang menjatuhi tepat di kepala Shinichi.



"Aku tahu.. kau masih menarik seperti sebelumnya " kata Ran setengah mengejek.
"Bantu aku Ran..."
"Mengapa tidak kau beresi sendiri barang-barangmu yang berantakan ini?"
"Kau berhati dingin.. kita kan teman sejak kecil?? " rayu Shinichi.
"Kaulah yang berhati dingin" kata Ran (betul..betul..betull) :P
"Kau sekarang tidak pernah memberiku hadiah ulang tahun, ketika kau masih kecil, kau tidak pernah lupa memberiku hadiah. Barang-barang seperti "Sherlock Holmes" atau "Autobiografi Sherlock Holmes" lanjut Ran.. sementara Shinichi hanya mendengarkan kata-katanya sambil membereskan surat-surat yang berjatuhan dengan perasaan bersalah.
"Aku hanya tidak tahu..okey? tentang barang apa yang diinginkan oleh seorang gadis SMA" kata Shinichi
"Aku ingin pergi ke Tropical Land" kata Ran antusias
"Tropical Land?"
"Ingat, kita pernah membicarakan hal ini. Jika aku memenangkan turnamen karate kau akan memberikanku sesuatu yang aku inginkan.. aku ingin ke tropical land"
"Tidak mau.. kau bukan anak kecil lagi" kata Shinichi.
Ran cemberut karena dia dianggap masih kecil.

Read More

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...