12/07/10

DETECTIVE CONAN LIVE ACTION 1 (part 5)

Suasana di depan hotel mulai memanas. Banyak polisi yang sudah bersiaga. Sementara tinggal 15 menit menuju tengah hari. Kogoro Mouri melaporkan keadaan di luar pada Shinichi yang berada di dalam hotel. Sebelum menutup teleponnya, Kogoro Mouri berpesan agar Shinichi menjaga Ran. (akhirnya.. Kogoro agak lembut pada Shinichi.. XD).


----------------Tinggal 5 menit menuju tengah hari-------------
"Semuanya.. ayo berkumpul jadi satu disini" kata Kitajima-sensei. Para siswa segera saling berpegangan pada teman mereka.
Sementara itu, diluar gedung Kogoro berkeliling di sekitar hotel. Kemudian dia melihat Nishida-sensei yang berdiri tak jauh dari tempat Kogoro. Seperti biasa, Kogoro mulai TePe-TePe (Tebar Pesona) pada Nishida-sensei. Tak lama kemudian, Kapten Azuma dan Minamida ikut bergabung dengan Kogoro dan Nishida.


Pukul 11.58
            Para siswa segera membuat lingkaran kecil dalam beberapa kelompok. Ada yang berangkulan, ada yang berpelukan dan bergandengan tangan.
"Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi" kata Shinichi pada Ran
" Umm.. tapi ketika aku memikirkan apa yang terjadi pada Sonoko, aku menjadi gugup" kata Ran.
"Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana memenangkan tantangan kedua ini"
"Ya..." jawab Ran
Di luar gedung...
"Tinggal 45 detik lagi, ayo kidnapper tunjukkan dirimu. Aku.. Kogoro Mouri akan memburumu" kata Kogoro.
Tiba-tiba saja kapten Azuma memegangi perutnya "Permisi.. aku ingin pergi ke Toilet" kata Kapten Azuma sambil berlari pergi.
"Aku juga... aku akan menelpon seseorang" kata Minamida
"Di saat seperti ini ?"tanya Kogoro



Di dalam aula ...
            Para siswa mulai ketakutan dan panik melihat jam. Polisi pun ikut tegang. Tiba-tiba Ran memegan tangan Shinichi. Shinichi sedikit terkejut, untuk beberapa saat mereka hanya saling berpandangan. Dan........................
"KLEEEKK" lampu aula dan seluruh gedung mati, membuat semuanya menjadi panik.
"Jangan Panik teman-teman... Tenanglah..!!!" teriak Shinichi
            Di luar aula pun para polisi ikut panik. "Lampunya mati.. disini terlalu gelap untuk melihat apapun" kata polisi yang menghubungi Chief Tamagawa.
"Apa??? Lampu mati" teriak Chief Tamagawa, Kogoro Mouri ikut panik mendengar hal itu. Chief Tamagawa segera berlari untuk menghidupkan lampunya lagi.


            Beberapa saat kemudian, lampu sudah hidup. Para siswa di dalam aula sediit lega.
"Apakah semuanya baik-baik saja??" tanya Shinichi. Tapi Ran tidak ada di sekelilingnya,
"Ran.. Ran.!!" Teriak Shinichi. Kemudian dia menghampiri Kitajima-sensei dan marah-marah.. (ooopsss)


"Dimana Ran..!!!" kata Shinichi sambil mencengkeram kerah leher Kitajima-sensei (murid durhaka.. nggak sopan sama gurunya)
"Apakah kamu menyimpulkan bahwa pelakunya adalah aku??" tanya Kitajima-sensei.
"Aku dengan 2 orang ini sejak tadi" kata kitajima-sensei (2 orang siswi di samping Kitajima-sensei)
"Kita sangat ketakutan, dan sejak tadi memegang tangan Kitajima-sensei" terang salah satu dari kedua siswi tersebut.
"Aku juga.." kata siswi kedua sambil ketakutan.


            Shinichi merasa kesal, kemudian dia berlari di setiap pintu untuk mengecek apakah pintunya masih terkunci.
"Semua pintu masih terkunci.. Apa yang terjadi??". Kemudian Shinichi membuka pintu dan berlari keluar mencari Ran. Tapi usahanya mencari Ran sia-sia.. dia tidak bisa menemukan Ran.. (aduuh.. kacian..)
"RAANNN..!!!" teriak Shinichi
...........................................................................................


"Bagaimana situasi di dalam, laporkan situasinya" kata asisten chief Tamagawa melalui walkie-talkie (atau apalah itu namanya).
"Permisi.." tiba-tiba Minamida datang menghampiri Kogoro Mouri
"Apaa?? Ada seorang siswa yang hilang" teriak asisten chief Tamagawa.
"Apa??? Apa yang terjadi??? " Tanya Kogoro
"Kita belum mendapat informasi yang jelas". Kemudian Shinichi lari menghampiri Kogoro. "Paman..!!!"
"Apa yang terjadi??" tanya Kogoro
"Siapa yang hilang?"
"Paman.." kata Shinichi ragu. "Yang hilang adalah.. Ran"
"APAAA???? Shinichi..!!! Kau ba**ngan..!!" teriak Kogoro sambil mencengkeram kerah baju Shinichi dan.... JDESSHHH.. Kogoro menonjok Shinichi (Aauu.. keras banget lhoh.. pasti sakit.. *meringis*).
"Bukankah aku menyuruhmu untuk menjaga Ran? Bukankah aku telah berkata padamu agar menjaganya?? Apa saja yang kau lakukan?? Hah?" teriak Kogoro marah, dia berniat memukul Shinichi lagi namun ditahan oleh polisi di dekatnya.


"Tenang,... Tenang..!!" kata polisi itu. Namun Kogoro masih memberontak, akhirnya mereka membawa pergi Kogoro. Shinichi masih terkapar (atau apalah itu namanya) di lantai sambil mengusap darah di mulutnya, lalu mencoba berdiri. Beberapa saat kemudian, ponsel Shinichi berbunyi.
"Beraninya kau mengambil Ran" kata Shinichi
"Aku menang lagi. Meskipun polisi ada di dekatmu, pada akhirnya kau tak bisa melindungi temanmu. Permainan seperti ini sangat membosankan, jadi ini yang terakhir. Aku meletakkan bom di tempat mereka kusembunyikan. Batas waktunya, tengah malam hari ini. Mulai sekarang kau dapat mencarinya". Kata Kidnapper, kemudian dia menutup teleponnya. Shinichi melihat jam tangannya. Masih jam 12.10
"Tinggal 12 jam lagi"


=== To Be Continue ===
Read More

SINOPSIS THE BATTERY

PART 2


            Lemparan pertama. Bola meleset dari tangan Gou.
"Baiklah... sekali lagi" kata Gou pantang putus asa.
            Lemparan kedua. Sebenarnya Gou bisa menangkapnya, tapi bola itu mental kembali ke depan. (ooww..)
"Whoaa.. Bolanya hidup" kata Gou terkejut melihat kemampuan Takumi melempar bola.
"Tangkap itu ........... Jika kau seperti itu, basemu akan dicuri oleh runners" kata Takumi.
"Jadi kau bermaksud memihak para runners (lawan)" kata Gou



            Lemparan ketiga, lemparan ke empat... Gou masih belum bisa menangkapnya. Lemparan kelima, akhirnya Gou bisa menangkap lemparan bola Takumi.
"Yess!! Lempar lagi Harada..!! Lebih banyak lagi, aku pasti akan menangkap semuanya" kata Gou bersemangat. Takumi tersenyum mendengar ocehan teman barunya itu. :))) (personal opinion : kyaaa... Hayashi Kento ganteng banget pas senyum.. ; )))



            Tiba-tiba Inamura, kakek, dan ayah Seiha muncul dari belakang Seiha, mereka ikut asyik menonton Takumi dan Gou.
"Ayoo" kata Gou. Takumi bersiap melempar bolanya.
"Time out" kata ayah Seiha. Takumi terkejut, sehingga membuat lemparannya melenceng jauh ke papan kayu di gudang, menyebabkan papan itu jatuh.
"Maaf Takumi, kau juga.. Inamura dari perusahaanku ingin untuk memukulnya (memukul bola). Tidak apa-apa kan??" Tanya ayah Seiha. Takumi terlihat agak kesal dengan kedatangan ayahnya.
"Maaf.. maaf.. aku tak bermaksud mengganggu kalian" kata Inamura sambil menghampiri mereka bertiga.
"Aku merasa gatal melihat kalian berdua (maksudnya gatal pengin memeukul bola), bolehkah aku mencobanya? Hanya untuk satu pukulan" tambah Inamura
"Baiklah" kata Gou menyetujui begitu saja.. (emang Gou orang yang kelewat baik.. =.=). Gou menjelaskan bahwa Inamura dulunya adalah seorang batter saat masih SMA, dan pernah bertanding di Koushien (lapangan baseball di prefektur Hyougo, tempat untuk pertandingan final baseball dalam kejuaraan nasional baseball se-SMA jepang)



"Jadi bagaimana?" tanya Takumi datar.. tanpa ekspresi -.-
"Jadi.. ayo kita kalahkan dia" kata Gou optimis
Takumi tersenyum," tentu saja"
            Lemparan pertama. Bola bisa ditangkap Gou dengan baik.
"Strike one" kata Seiha
"Nice Ball " kata Gou
"Dia membuatku mundur.. susah dipercaya kalau dia masih SMP" kata Inamura sambil geleng-geleng kepala.
"Inamura" kata kakek
"Ya"
"mereka baru mulai masuk SMP minggu depan"
"Hah? Apa?" tanya Inamura kebingungan. Takumi melempar lagi bolanya, dan lagi-lagi Inamura tidak bisa memukulnya. (kasian deh loe)



"Strike Two..!!"
"Jangan menyerah.. Koushien" kata ayah Seiha pada Inamura
"Tunggu.. Time Out!!" kata Inamura, kemudian dia melakukan pemanasan sambil mengayun-ayunkan tongkat pemukulnya.
"Pak Tua " kata Takumi (nggak sopan ni anak.. =.=)
"Ada apa?"
"Lemparan berikutnya akan tepat di tengah" kata Takumi
"Oke..ayoo" teriak Gou.... Takumi melempar bolanya dan...
'"Strike Three!!" (hore..hore)
"Yeah..Nice ball.. bagus"
"Hey..Inamura" panggil kakek
"Kau kalah karena meremehkan dan menganggap mereka masih kecil" terang kakek.



            Tiba-tiba ibu Gou dan ibu Seiha datang dan memarahi anggota keluarga masing-masing (You know what I mean?)
"Gou-chan..!!! Apa yang kau lakukan? Ini saatnya bersiap-siap untuk sekolah minggu depan, mengapa kau disini?" oceh ibu Gou
"Baik..baik" jawab Gou
            Sementara itu, ibu Seiha hanya diam, menggandeng Seiha dan menatap tajam pada Takumi, Takumi berbelik menatap ibunya (ada sedikit rasa iri dari Takumi pada Seiha).
"Kau tidak boleh keluar hanya dengan mengenakan ini" kata ibu Seiha sambil memakaikan jaket pada Seiha. Kemudian menggandeng Seiha untuk mengajaknya pergi.
"Tunggu sebentar ibu.." kata Gou. Ibunya sudah marah sampai ubun-ubun
"Maaf, Harada. Aku harus menyiapkan diri untuk sekolah"
"'Kau berhasil (berhasil menangkap lemparan Takumi)" kata Takumi
"Kau juga... itu tadi lemparan yang luar biasa" kata Gou
"Bisakah kau melemparnya lagi besok? Sampai aku bisa memutuskan baik atau tidak jika aku akan melanjutkan baseball. Bisakah kau membiarkanku menangkap lemparanmu setiap hari?"
"Tentu saja" kata Takumi.. tanpa ekspresi. Kemudian mereka berdua tertawa.

Malamnya...

            Badan Seiha panas, ibu mengompresnya dengan air hangat. Sementara itu, di ruang makan...


"lihat... ini dimasak dengan baik sekali, kau juga harus makan banyak sayuran" kata kakek Seiha pada Takumi. (yang memperhatikan Takumi dengan baik hanya kakeknya)
            Ibu Seiha keluar dari kamar. "Bagaimana keadannya? Apa dia baik-baik saja?" tanya ayah Seiha.



"Obatnya sudah mulai bekerja. Demamnya juga sudah turun. Sekarang dia tidur" kata ibu
"Hey, Takumi. Aku telah memperingatkanmu berkali-kali. Jangan perlihatkan pada Seiha. Badan Seiha sangat rentan, bermain baseball sangat tidak mungkin baginya. Bagaimana kau bisa memperlihatkan baseball pada anak sekecil itu?. Bersikaplah dewasa sebagai kakak!" ibu memarahi Takumi
"Makiko..." panggil ayah Seiha
"Kau juga..yah (ayah—kakek seiha). Seperti saat aku mengira dimana kau menghilang. Kau tetap tak bisa berhenti dari baseball kan?"
"Makiko.." kata ayah Seiha
"Kau juga..!!!! Kita memutuskan untuk pindah kesini karena bagus untuk kesehatan Seiha, tapi yang alian pikirkan hanya Baseball..!! Baseball..!! dan Baseball..!!!" teriak ibu Seiha.
"BRAAKKK" Takumi menghantamkan sumpitnya di meja dengan keras. Membuat semuanya terkejut.
"Katakanlah..Hiroshi-kun. Seiha terlihat sangat menjanjikan" kata kakek
"Ya... uhm.. dalam apa?" tanya ayah Seiha *Gubrakss*
"Matanya berbinar-binar hari ini, itu adalah mata seseorang yang nantinya akan berbekat dalam baseball" kata kakek. Ibu terlihat cemberut, membuat ayah ketakutan.
"Apakah aku telah berkata sesuatu yang tidak penting" kata kakek
"Ayo kita minum"
            Sementara itu, Takumi terlihat sedih dengan perkataan ibunya tadi. (Aduh kacian.. sini aku peluk..hohoho).

=== To Be Continue ===
Read More

09/07/10

SINETRONNNNN... MEMBUAT SAYA GILA...XD


N.B. : ini semua opini saya.. saya tidak bermaksud untuk menjelekkan nama baik.. dan-lain-lain sebagainya.. IT'S JUST MY OPINION... setiap orang bebas mengutarakan pendapat kan????

Saya semakin prihatin dengan kelanjutan sinetron di indonesia ini.. makin parah aja,hmm.. kalo dipikir-pikir, saya agak sebel juga sih..
Ada statement acting harus dilakukan dengan senatural mungkin" nah.. statement ini yang membuat saya bingung.. soalnya, lihat kenyataannya..yang dimaksud natural disini apa sih??
Kok kalau saya lihat sinetron, acting mereka lebay....

Contoh 1 : (Scene : jatuh)
seorang cewek sedang berjalan menuju kampus . Nah, cewek itu kesandung sesuatu. Saat dia mau jatuh, tiba-tiba (selalu saja) ada cowok ganteng yang nolongin dia. Kemudian mereka berpandangan laaammmmmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... sekali (apa mereka nggak kelilipan ya? )..(-.-).. Nah, sambil berpandangan itu, backsound pasti berbunyi mendayu-dayu... "biarkan aku......... jatuhhh... cintaaa..". Herannya, setiap saya lihat cewek itu jatuh, kenapa yang nolongin selalu cowok ganteng itu. Aneehh.......

Contoh 2 : (Scene : menerima telepon)
Terlihat seorang ibu sedang duduk di sofa. Lalu terdengar dering telepon. Ibu itu mengangkat telepon, dan berkata.. "Halo... ya.... dengan saya sendiri...". lalu ibu itu diam mendengar si penelpon bicara. Tak lama kemudian, si ibu (pasti) berkata.. "AAAPPPPPAAAAA" (budeg kali ya si ibu itu atau kelewat lebay). Matanya melotot, dan gagang telepon terjatuh (bahkan terkadang pingsan).
Entah kenapa hal seperti itu seriiiing sekali saya temui di sinetron.

Contoh 3 : (scene : kecelakaan)
Di sinetron-sinetron.. serriiing sekali terjadi kecelakaan mobil. Dan setiap kali kecelakaan, korban (salah satu pemeran utamanya) pasti amnesia. Kenapa sih, hobi banget buat cerita orang amnesia. Coba hitung, berapa judul sinerton yang ada kejadian kecelakaan, dan amnesia???. Sepertinya sudah tidak bisa dihitung. =.=

Contoh 4 : (si pemeran utama meninggal)
Banyak sekali kejadian si pemeran utama meninggal dunia (kebanyakan sih, ceweknya yang meninggal). Kemudian pacar dari pemeran utama itu stresslah, bingunglah. Lalu beberapa hari kemudian, pacar si pemeran utama itu (pasti dan selalu) menemukan seorang cewek (lagi) yang mukanya mirriiipp banget sama si almarhum cewek pemeran utama. Kemudian dia (pacar cewek yang meninggal *you know what I mean*) jatuh cinta pada cewek yang mukanya mirip alm. pacarnya itu. Biasanya cewek yang mukany mirip itu, sifatnya berlawanan banget sama si almarhum (bukan berarti dia jahat loh). Biasanya, kalau si almarhum itu lemah lembut, feminim, cengeng, pasrah kalo disiksa si antagonis. Nah, kalau cewek yang mirip itu sifatnya kasar, tomboi, dan tidak mau menyerah begitu saja kalau disiksa si antagonis. Namun, nanti pada akhirnya, si cewek yang mirip itu menjadi feminim, lemah lembut, dan cengeng. =.=

Contoh 5 : (Mau Ditabrak Kendaraan)
Ini nih.. adegan yang bikin saya gregetan. Misal : terlihat seorang cewek cengeng (pemeran utama biasanya) berjalan di trotoar sambil bawa tas, kemudian ada copet. Nah, dicopetlah tas si cewek itu. Si cewek menjerit-jerit sambil berkata "ttooolooongg.. copet..copet". Setelah berhenti memandangi copet sambil mulutnya ternganga lebar, barulah si cewek mengejar copet itu.. (biasa.. sinetron responnya lambat.. pada lemot semua sih). Kemudian, si copet menyeberang jalan. Si cewek ngejar aja terus, dan baru sadar kalo dia sudah berada di jalanan saat dia di tengah jalan.. (bego banget..). Lalu ada mobil yang jaraknya 100 m (pokoknya jarak kendaraaan masih jauh lah) dari si cewek. Tapi dasar si cewek yang lemotnya Naudzubillah.... Di tengah jalan dia cuma bisa menjerit.. "kkyyaaaaaaaaaaaa" dan baru diem setelah dia ketabrak mobil. (Dalam hati saya : kenapa nggak lari aja sih.. dari pada jerat-jerit gaje di tengah jalan kayak orang gila..) =.=

Dan masih banyak lagi hal-hal lebay yang saya temui di sinetron sekarang ini. Untungnya keluarga saya nggak ada yang suka sinetron (yaahh.. kecuali tante saya). Mending nonton anime dah.. :D
Saran saya untuk dunia pesinetronan : "lebih kreatif donk.. kalau bikin sinetron, jangan cintaaaaaaa melulu daaaan.. pleeasee deeeh jangan lebaayyyy"

====xoxo====
DyaliciouS
Read More

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...